Sunday, November 6, 2011

Pemeriksaan Hewan Kurban part2

Yang kedua yang harus kami perhatikan adalah cara atau metode penyembelihan, hal ini meliputi teknik merobohkan sapi, kelengkapan peralatan seperti balok/batang pisang untuk alas memotong hewan kurban, lubang tempat penampungan darah yang cukup dalam, tenda terpal untuk melindungi dari panas, ember maupun gerobak untuk menampung jeroan, terpal untuk alas daging dan jeroan, serta tali untuk keperluan penggantungan dan pengulitan.
Pada banyak tempat, petugas sudah melakukan tugas dengan baik, dengan teknik penyembelihan yang baik dan persiapan perlengkapan yang baik pula. Namun masih ada beberapa kesalahan semisal menggantung karkas dengan posisi leher di atas, karena hal ini akan menimbulkan pengeluaran darah yang kurang sempurna. Atau kesalahan penanganan yaitu saat daging tercampur dengan jeroan. Dan juga kurangnya perhatian akan sanitasi atau kebersihan, seperti darah yang tececer kemana-mana atau malah tidak tertampung.



Selanjutnya adalah pemeriksaan post mortem, mencakup kondisi organ tubuh hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan pada kepala dan lidah, paru-paru, jantung, hati, limpa, serta usus. Sejauh ini kasus yang paling banyak ditemui adalah kasus cacing hati pada sapi. Cacing hati pada sapi yaitu Fasciola hepatica atau Fasciola gigantica merupakan parasit pada hati sapi. Domba maupun sapi yang terinfestasi Fasciola secara umum menunjukkan gejala kelesuan, pertumbuhan berat badan terhambat, disertai efisiensi pakan yang menurun. Sedangkan pada manusia dapat menyebabkan rasa sakit pada daerah perut, demam, hepatomegali, eosinophilia, dan anemia ringan. Namun jangan khawatir, karena hanya perlu untuk mengafkir organ yang terinfestasi dan daging tetap dapat dikonsumsi. Beberapa masyarakat juga sudah mengetahui hal ini dan mereka telah sadar untuk membuang bagian organ yang terinfestasi, bahkan di satu tempat warganya tanpa ragu-ragu membuang seluruh hati (karena jumlah cacing yang lumayan banyak juga sih..).


Dan tak lupa, yang selalu menyemarakkan hari tersebut adalah jamuan makan siang yang lezat, kalau penulis sih bukan karena daging gratisnya namun lebih karena habis keliling jadi lapar jadi makanannya terasa lezat (secara ga begitu doyan daging, hehehe...). ^^b