Ini sebuah cerita yang diambil dari kisah nyata, namun mungkin rada didramatisir atau dilebaykan, tolong jangan terlalu dianggap serius, #warning. Oya ini juga bukan pengalaman pribadi penulis, seperti yang telah diterangkan di atas, semua ini bisa juga nyata namun bisa juga didramatisir, tolong jangan menafsirkannya terlalu serius, #secondwarning. Tulisan cerita ini dibuat hanya untuk kepentingan dokumentasi sejarah, tanpa indikasi, tendensi, niatan, atau tujuan apapun.Begini ceritanya, anggap saja ada seorang calon Abdi Negara yang baru saja mulai bekerja, dengan catatan dia bukan penulis lho. Hari-harinya yang dulu hanya diisi dengan main game, makan setiap kali lapar, tidur siang dengan merdeka, tiba-tiba langsung berantakan. Setiap pagi harus bangun pagi dan berangkat ke kantor dengan perut kosong karena masih ngekost dan tidak punya banyak uang. Di kantor meski tidak banyak pekerjaan namun dia diwajibkan berada disana sampai waktu yang ditentukan yaitu pukul 4 sore. Dia juga dilarang mengeluh, karena begitu banyak orang yang menginginkan pekerjaan yang ia keluhkan, #tenggangrasa.
Karena masih orientasi, dia tak banyak mendapat tugas dari atasan, dia lebih suka menganggap masa orientasi tersebut sebagai masa kenalan dengan teman kerja. Awalnya pekerjaan yang dia dapatkan adalah ngetik, masukin data, ngeprint, fotokopi, membeli konsumsi atau peralatan, dan minta tanda tangan. Lalu berlanjut pada ikut ke lapangan, seperti saat ada lomba maupun ketika harus mengambil data. Kadang ada rapat atau pertemuan yang harus dihadiri, dia biasa bertugas menyiapkan peralatan dan konsumsi, kalau sedang mujur ada sedikit amplop untuk makan siang hari itu. Ada juga tugas yang membutuhkan ketelitian ekstra yaitu ketika harus menjadi arsiparis dengan tugas utama menyusun dan mengelompokkan dokumen selemari yang berdebu. Kegiatan ini biasanya dilakukan saat listrik mati, dan memang kejadian listrik mati cukup sering terjadi disini.
Namun sering kali, penyakitnya kambuh disini, terutama saat tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan. Karena game yang paling membosankan pun menjadi mengasyikan jika dilakukan di kantor. Saat listrik padam dan komputer tak menyala, dia pun tak habis ide dengan membuat game manual memakai kertas dan pensil, #tolongjanganditiru.
...to be continued...^^b