Tuesday, May 17, 2011

Manja bagian 1

Minggu ini cukup melelahkan actually, but still there’s a story I like to tell. Hari-hari kantor sih biasa saja, tapi weekendnya..., beuhhhh... Inilah weekend penulis yang dimulai dari perjalanan pulang menuju Ngawi dengan kereta api Manja alias Madiun Jaya. Sepulang kantor pukul 3 sore, penulis langsung berangkat ke Stasiun Lempuyangan yang memang dekat dengan kostan. Disana sekitar pukul 4 kurang datanglah kereta api dari arah Madiun, langsung saja penulis ikut naik untuk memperebutkan kursi, jika penulis naik setelahnya pasti tak akan dapat jatah kursi. Strategi ini khusus dilakukan di Stasiun Lempuyangan dan tidak bisa dilakukan di Stasiun Maguwo karena jika bandel petugas tak segan untuk mensemprit.

Setelah duduk rapi, penulis mulai memejamkan mata. Perjalanan sampai Ngawi memakan waktu 3 jam, paling lama menunggu kereta lewat yaitu di Stasiun Walikukun, bisa sampai 20 menit. Kereta yang mulai beroperasi Juni tahun lalu ini cukup banyak diminati penumpang ditandai dengan banyaknya penumpang yang berdiri maupun yang lesehan. Banyak yang memilih lesehan karena memang lantainya cukup bersih, selalu disapu dan dipel oleh petugas. Andai saja pemerintah bikin jadwal yang lebih banyak lagi, bukan hanya 4 kali jalan seperti sekarang, pasti kemacetan di jalan bisa sedikit terkurangi deh.
Oya kereta ini juga selalu penuh karena mendapat limpahan penumpang kereta Prameks. Saat kereta Prameks mengalami keterlambatan, penumpang bisa langsung naik Madiun Jaya yang memang melewati rute Prameks, toh tiketnya pun harganya sama-sama Rp 9.000,-. Namun efek sampingnya bagi yang memiliki tujuan setelah Solo harus ikhlas berbagi tempat duduk yang memang terbatas, yah.., sabar saja berdiri sampai Solo kemudian setelah banyak penumpang yang turun barulah kebagian tempat duduk.
Singkat cerita penulis pun sampai di Ngawi dengan selamat. Keesokan harinya penulis menuju Mojokerto untuk suatu kepentingan dan langsung pulang ke Yogya keesokan harinya lagi. Masih setia dengan Madiun Jaya, meski masalah utama yaitu tidak kebagian kursi masih terjadi. Hufft.., berdiri dari Ngawi sampai Solo, lumayan capek..^^b