Another war story, penulis temukan di antara deretan film-film lain. Tanpa banyak ba bi bu penulis langung saja menontonnya. Film itu berjudul The Boy in the Striped Pyjamas, judulnya sih tidak ada kaitannya dengan perang, tapi memunculkan curiosity alias kepenasaranan.The Boy in the Striped Pyjamas adalah film drama produksi tahun 2008 yang dibuat berdasar novel berjudul sama yang ditulis oleh penulis Irlandia John Boyne.
Film ini disutradarai oleh Mark Herman dan diproduseri oleh David Heyman, serta dibintangi oleh Asa Butterfield, Jack Scanlon, David Thewlis, and Vera Farmiga. Film ini menceritakan drama Holocaust di kamp konsentrasi Perang Dunia II. Di tengah horor yang terjadi ada sebuah persahabatan yang terlarang antara anakkomandan Nazi dengan tahanan Yahudi.
Seperti film Life is Beautiful, intinya adalah kamp konsentrasi Nazi, cerita para tahanan pun sama yaitu jarang makan dan bekerja seharian. Tempat tidurnya pun sama yaitu susunan kayu yang sempit dan kecil. Pakaian yang dipakai tahanan juga sama yaitu baju putih bergaris biru, seperti piyama, seperti judul film ini. Hukuman pun sama yaitu mandi di sebuah kamar yang berisi gas beracun. Hal yang berbeda adalah di Life is Beatiful anak-anak langsung dikirim ke kamar gas (sehingga Joshua harus selalu bersembunyi), sedangkan di sini anak-anak malah bekerja. Cerita The Boy in the Striped Pyjamas berkisar pada anak komandan bernama Bruno yang sangat senang bermain bertemu dengan tahanan bernama Schmuel. Bruno yang polos dan tidak punya teman langsung akrab, sedangkan Schmuel juga senang pada makanan yang dibawa Bruno. Namun sayangnya persahabatan mereka harus berakhir bukan karena persahabatan tersebut terlarang namun berakhir oleh kematian di kamar gas. Ah film yang sedih banget deh.., T_T.
Oya di film ini kita bakal ketemu Remus Lupin, karena David Thewlis berperan sebagai ayah Bruno. Lucu juga karena biasanya kita lihat David Thewlis berperan sebagai Lupin si manusia serigala di Harry Potter, kemudian disini jadi tentara Nazi. Yah seperti film perang lain kita ambil hikmah dari film ini yaitu bahwa perang has no meaning, at all...^^b