Daging
sapi merupakan salah satu bahan pangan hewani yang dibutuhkan bagi kelangsungan
hidup manusia karena kaya akan protein dan asam amino lengkap yang diperlukan
oleh tubuh. Selain protein, daging sapi juga kaya akan air, lemak,dan komponen
organik lainnya.
Daging yang dibutuhkan konsumen tidak hanya sehat dan bergizi
semata, tapi lebih dari itu harus terjamin keamanannya termasuk dari tindakan
pemalsuan daging sapi dengan daging babi.
Kasus
pemalsuan daging sapi dengan daging babi merupakan tindakan yang merugikan
konsumen baik dari dari sisi kesehatan maupun dari sisi kehalalannya. Daging
babi banyak mengandung agen penyakit seperti cacing.
Selain itu kandungan lemak
babi sangat tinggi sehingga dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Yang lebih
utama dari segi hukum syariat agama, babi tegolong makanan haram untuk
dikonsumsi umat muslim.
Kegiatan
monitoring pengambilan sampel dan pengujian terhadap pemalsuan daging sapi dengan daging babi yang rutin dilakukan ini merupakan
salah satu perlindungan konsumen untuk tetap terjamin daging yang aman, sehat,
utuh, dan halal untuk dikonsumsi.
Mahalnya daging sapi dijadikan alasan oleh para pedagang yang curang untuk memalsukan daging sapi dengan daging babi.
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran pedagang untuk menyediakan produk yang ASUH (terutama halal) untuk dikonsumsi masih rendah.
Perhatian lebih lanjut dengan pengawasan dan pembinaan perlu dilakukan pihak berwenang dari pemerintah mengingat ada beberapa pelaku usaha sama yang masih melakukan tindakan tersebut secara berulang-ulang.
Mengingat rawannya pengoplosan daging sapi dengan daging babi, maka masyarakat diminta waspada dalam memilih daging sapi. Masyarakat harus memahami perbedaan daging sapi dari segi warna, tekstur dan aromanya.
Dari warna, daging babi lebih pucat dari daging sapi. Warna daging babi mendekati warna daging ayam.
Kemudian serat daging sapi lebih padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas, berbeda dengan babi yang seratnya samar dan sangat renggang.
Perbedaan lainnya, lemak daging babi memiliki tekstur lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk.
Mahalnya daging sapi dijadikan alasan oleh para pedagang yang curang untuk memalsukan daging sapi dengan daging babi.
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran pedagang untuk menyediakan produk yang ASUH (terutama halal) untuk dikonsumsi masih rendah.
Perhatian lebih lanjut dengan pengawasan dan pembinaan perlu dilakukan pihak berwenang dari pemerintah mengingat ada beberapa pelaku usaha sama yang masih melakukan tindakan tersebut secara berulang-ulang.
![]() |
| Pengujian Spesies |
Mengingat rawannya pengoplosan daging sapi dengan daging babi, maka masyarakat diminta waspada dalam memilih daging sapi. Masyarakat harus memahami perbedaan daging sapi dari segi warna, tekstur dan aromanya.
Dari warna, daging babi lebih pucat dari daging sapi. Warna daging babi mendekati warna daging ayam.
Kemudian serat daging sapi lebih padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas, berbeda dengan babi yang seratnya samar dan sangat renggang.
Perbedaan lainnya, lemak daging babi memiliki tekstur lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk.
Selain itu lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya sementara lemak daging sapi agak kering dan tampak berserat.
Tekstur pada daging sapi lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan.
Selain itu, aroma daging sapi dengan babi juga berbeda. Untuk daging babi memiliki aroma khas tersendiri, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah diketahui semua masyarakat.


