
Melanjutkan tulisan tentang monitoring yang lalu, mari kita bahas monitoring part 2 yang ga kalah seru dari monitoring part 1. Karena satu dan lain hal monitoring hari ini langsung merapel 5 kelompok tani ternak. Penulis sih sudah siap-siap pulang malam, karena kita berangkat dari kantor pun sudah lumayan siang. Baiklah, langsung tancap saja menuju kelompok peternak pertama yang letaknya lumayan jauh di perbatasan. Sampai di sana kami disambut dengan baik, administrasinya juga lumayan baik. Lokasinya di perbukitan, pemandangannya bagus, hutan jati. Disini akses air masih menjadi salah satu kendala, jalannya pun lumayan rusak.
Setelah dari area selatan kami langsung menuju ke arah utara ke arah gunung. Nah disini perjalanan mulai seperti melodrama. Karena kami melewati gurun pasir bekas erupsi, dan disana isinya truk pengangkut pasir semua. Lokasi kelompok jauh di gunung dan lumayan ngeri juga. Disini utnungnya administrasinya lumayan baik. Sayangnya karena hanya penulis saja orang teknis dalam rombongan itu. Sebenernya penulis masih banyak sekali pertanyaan yang mau diajukan, tapi apalah daya time is running out.
Selanjutnya kami menuju kelompok kambing. Disini keunggulannya yaitu system kandangnya sudah komunal. Dan sepertinya kelompok ini juga didampingi oleh pihak akademisi. Bagus lah pokoknya. Kemudian kami menuju kelompok kelinci, disini kami bertemu dengan bapak peternak yang sudah beternak puluhan tahun. Sayangnya manajemennya belum begitu baik, masih harus banyak diperbaiki, apalagi menurut pengakuan mereka banyak ternak yang mati. Kalau mati sih ga maslah sebenernya, asalkan ternaknya ga dijual terus dibeliin motor aja, #sigh.
Sampai di kelompok terakhir langit sudah gelap, adzan maghrib sayup-sayup sudah terdengar. Jadilah kami monitor di depan kandang tanpa sempat duduk-duduk mencatat administrasi. Haah.., susah banget ya mau monitoring aja, apalagi pelaksanaannya tuh, hftt..^^b
Setelah dari area selatan kami langsung menuju ke arah utara ke arah gunung. Nah disini perjalanan mulai seperti melodrama. Karena kami melewati gurun pasir bekas erupsi, dan disana isinya truk pengangkut pasir semua. Lokasi kelompok jauh di gunung dan lumayan ngeri juga. Disini utnungnya administrasinya lumayan baik. Sayangnya karena hanya penulis saja orang teknis dalam rombongan itu. Sebenernya penulis masih banyak sekali pertanyaan yang mau diajukan, tapi apalah daya time is running out.
Selanjutnya kami menuju kelompok kambing. Disini keunggulannya yaitu system kandangnya sudah komunal. Dan sepertinya kelompok ini juga didampingi oleh pihak akademisi. Bagus lah pokoknya. Kemudian kami menuju kelompok kelinci, disini kami bertemu dengan bapak peternak yang sudah beternak puluhan tahun. Sayangnya manajemennya belum begitu baik, masih harus banyak diperbaiki, apalagi menurut pengakuan mereka banyak ternak yang mati. Kalau mati sih ga maslah sebenernya, asalkan ternaknya ga dijual terus dibeliin motor aja, #sigh.
Sampai di kelompok terakhir langit sudah gelap, adzan maghrib sayup-sayup sudah terdengar. Jadilah kami monitor di depan kandang tanpa sempat duduk-duduk mencatat administrasi. Haah.., susah banget ya mau monitoring aja, apalagi pelaksanaannya tuh, hftt..^^b