Monday, January 9, 2012

Rencana dan Laporan

Dulu penulis ga pernah kepikiran kalo kerja tuh kayak begini, secara dulu cita-cita penulis pengen jadi penyelamat orang utan di Kalimantan, bercengkerama dengan mereka setiap hari, ngasih makan pisang, hidup tenang di hutan, nangis-nangis karena orang utannya mati, dan sebagainya kayak adegan NatGeoWild.



Tak dinyana, penulis terdampar disini, padahal dulu jaman SMA waktu penulis masih polos dan lugu, sudah kepikiran kalo ga bakalan mau jadi pegawai negeri, ogah duduk seharian di kantor tanpa kerjaan yang jelas, #pemikirananaksma. Ternyata penulis tak berdaya akan lindasan keadaan, tak kuasa menolak keinginan orangtua yang tinggal satu-satunya, #anaksolehah. Jadilah cerita ini dimulai dengan niatan apapun akan jadi baik kalo kita lakukan dengan sebaik mungkin.

Satu hal yang paling penting, jadi pegawai negeri itu bukan tanpa kerjaan, kelebihan pekerjaan sih iya, atau itu hanya berlaku bagi penulis saja ya, #ragu. Pokoknya yang penulis tahu, tiap hari selalu ada pekerjaan bagi penulis, kayaknya dulu penulis sudah pernah cerita tentang yang remeh temeh, jadinya sekarang dilanjut yang rada berat aja ya.

Yang pertama yaitu perencanaan, pusing juga bikin rencana, berkali-kali entri ke aplikasi dan berkali-kali juga harus revisi. Tiap hari ngecek excel, nyocokin angka satu-satu, teliti lagi semua detil sudah logis atau belum. Folder perencanaan mencapai angka 10, printout juga menumpuk, bikin pusing. Pokoknya semua harus diberi tanggal biar ga ketuker-tuker. Semua detil dan angka harus diluar kepala, biar saat bos nanya ga harus bolak-balik kertas lagi. Tambah bikin pusing lagi kalau ada detil yang harus ditambah atau dikurangi, jadi setelah ditambah terus dikurang, argghh.., sabar sabar. Dan karena penulis cuma kepanjangan tangan dari bos jadi harus bolak-balik konsultasi ke bos, ga bisa mutusin apa-apa sendiri, lagian ga berani mutusin juga, #takutsalah.

Dan pelaporan pun tak kalah heboh, penulis sempet bantu-bantu pelaporan keuangan dan merasa pusing gila. Uang bermilyar-milyar, dihitung detail, excel sampai mencapai ribuan cell, wew, berkunang-kunang cuy. Tiap kali menghadapi excel selalu nangis karena mata pedih menatap monitor terus-terusan, dan ngantuk lama kelamaan. Kalo sudah begini mau ga mau harus berhenti dulu, istirahat dulu, daripada kerjaan salah dan harus mengulang dari awal. Satu hal yang bikin seneng, yaitu saat angka yang dijumlah sudah sama dengan jumlah yang seharusnya, #lega.

Satu saja kuncinya, yaitu sabar dan tawakal, hahaha, semangat!!! ^^b