Monday, January 2, 2012

Cerita Fiksi Part 3

Anggap aja ini terusan Cerita Fiksi Part 2 ya, sama-sama ga jelasnya kok... Yak, setiap hari menghabiskan waktu di kantor, banyak hal banyak hal baru yang bisa dipelajari, harusnya tiap detail dicatat dan dikoreksi. Bukankah itu yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya, kemampuannya mempelajari dan lebih penting lagi yaitu belajar tidak mengulangi kesalahan kemarin, ini ga semudah saat mengucapkannya lho. Ya benar saja, meski sekarang jaman sudah serba enak, mau mencatat sesuatu bisa pake apa saja, kertas, pensil, pulpen bukan barang istimewa, tapi coba saja tengok 50 tahun yang lalu, beeeeehhh...,
Kertas tuh barang mahal bung! Tak hanya sekedar mencatat dengan cara konvensional, pun sekarang dunia catat-mencacat atau dunia tulis menulis bisa dilakukan lewat media elektronik juga lewat dunia maya. Yap, sekadar semuanya bisa jadi penulis, bisa jadi penerbit, dari semua kayanya masing-masing. Coba tuh status update di Facebook, atau tweet di Twitter kalau dikompilasikan bisa jadi sesuatu, tapi ya liat-liat dulu sih, kalau statusnya galau semua mana ada yang mau mampir???? #eh

Nah, ini beberapa catatan di kantor yang mungkin bisa jadi masukan atau kalau ga bisa ya dijadikan cerita saja, lucu-lucuan. Sebenernya harusnya lebih banyak lagi, cuma ya itu, meski sudah diberi segala macam kemudahan seperti yang telah dijelaskan di paragraf pertama, tetap saja malas menjadi alasan yang utama. Semoga hari esok lebih baik dari sekarang, #ampunihambamuini.
  • Tiap kali dapat menyelesaikan tugas atau dispo dari Bos harus punya laporan dan melaporkannya segera. Laporannnya bisa macem-macem, bisa print out tugas, softfile materi, atau softfile data.
  • Jangan kebanyakan polah, ini mungkin sedikit pribadi ya. Jadi ceritanya waktu itu penulis iseng aja duduk di kursi yang bukan kepunyaan penulis, sambil ngelamun eh penulis malah nyenggol gelas minum dan menumpahkan isinya, untungnya ga banyak dokumen di meja, huff, bener-bener horor. Setelah kejadian itu, penulis berjanji untuk tidak duduk di kursi selain punya penulis sendiri. Tapi yah janji tinggal janji, #brokenvow.
  • Jangan kebanyakan becanda atau banyak omong. Kejadiannya begini, hari Jumat kan biasanya ada senam tuh, nah pas hari Kamisnya penulis sesumbar berkoar-koar kalo besok mau pake kaos ungu dari kantor, habis ngomong gitu orang-orang apada diem, ga nimpalin, #mencurigakan. Usut punya usut ga semua orang dapat kaos itu, gubrraaak, penulis secara tidak sengaja telah menimbulkan kecemburuan sosial.
  • Kalo punya hutang harus segera dikembalikan, usahakan dicatat, jangan mengandalkan ingatan. Kejadiannya waktu itu penulis beli makan di warung dan ga ada kembaliannya tapi sempet bayar separuhnya. Nah waktu bayar hutang beberapa waktu kemudian, penulis dah lupa deh berapa hutang yang harus dibayar, apalagi penjualnya malah ga ingat sama sekali kalo punya piutang.
  • Tawari semua orang, walaupun akhirnya tawaran tidak diterima. Ini kejadiannya waktu ada pembagian TPP, penulis dengan polosnya langsung ngambil sama orang-orang seruangan. Penulis ga inget sama sekali kalo punya temen CPNS yang biasanya selalu ngambil bareng. Uhhh..., nyesel banget, ga diulang lagi deh..
  • Kalo lagi ada makanan di kantor, liat-liat dulu kalo mau ngambil. Misalnya di piring ada gorengan tahu sama tempe, lebih banyak tempe, jadi ambil saja tempe. Atau ada susu kedele jahe dan moka, mokanya cuma satu sedangkan jahe ada tiga, jadi ambil yang jahe. Dan juga hafalkan kesukaan orang-orang, biar semua senang.
  • Kalo pulang dari izin, sempatkan beli sesuatu, es kek, gorengan kek, ini berat juga sih buat penulis, soalnya penulis tu paling males jajan atau ngemil, bukan karena takut gendut lho, karena ga hobi ajah, :P.
Nah, itu sih beberapa, nanti dilengkapi lagi, semoga tahun ini bisa jadi tahun yang bersejarah, mari menulis, mari mencatat, mari belajar, dan mari memperbaiki diri, yeaaah..... #bersemangat
^^b