Friday, December 9, 2011

Cerita Fiksi Part 2

Ini adalah lanjutan Cerita Fiksi Part 1 yang merupakan cerita fiksi dari sebuah kisah nyata, alias kisah sebenarnya yang didramatisasi, hehehe, ga penting ya, #sumpah. Sekarang keadaan sudah berbeda, tokoh pada cerita ini sudah mendapatkan meja dan kursi untuk bekerja, berdasarkan surat dari pimpinan instansi, nah lho.. Tokoh kita berusaha dengan semangat untuk dapat bekerja dengan baik dan benar. Alhamdulillahnya, sesuatu banget, jarigan internet di tempatnya bekerja sedang mengalami gangguan. Jadinya no more facebook, twitter, yahoo messenger, kaskus, gmail, ymail, blogspot, dll. Waktunya hanya untuk bekerja dan bekerja, cieeeee....

Tentu saja tidak mudah pemirsa, karena hidup ini kejam dan hanya untuk orang dewasa. Worklistnya antara lain yaitu menjadi pembawa acara yang baik dan benar, ini adalah pekerjaan yang complicated baginya, karena ia adalah seorang yang pemalu dan hanya bisa berkomunikasi baik dengan cara tertulis. Pontang panting ia belajar dan berdoa agar acara di tangannya berjalan dengan lancar. Oya seorang newbie yang baik adalah yang mau bekerja apa saja, jadi dalam suatu acara ia belajar bahwa pekerjaannya adalah menyiapkan semua hal yang diperlukan antara lain laptop, proyektor+LCD, printer, kertas, ATK bagi peserta, daftar hadir, alat tulis, rol kabel, backdrop, dll. Setelah itu ia harus ikut menata semua perlengkapan, menyetel presentasi, serta mengecek microphone dan AC. Kemudian ia pun harus melayani peserta yang meminta bahan presentasi dan juga melayani pencetakan bahan jika ada. Setelah acara selesai, semua perlengkapan harus dirapikan dan dibawa pulang.

 Namun tentu saja tidak semua pekerjaan ia lakukan sendiri, kan banyak personilnya, asyik deh, #seru. Pekerjaan lainnya yaitu membuat laporan, laporan tidak hanya satu lho, tapi banyak sekali, tidak terhitung, #lebay. Ia bekerja mulai dari pagi, dan berniat untuk menyelasaikan satu paket laporan pada hari itu, namun yang terjadi adalah mati listrik seharian, huff..., laptop memang masih menyala, tapi printernya mati cuy, huff..., sabar..., sabar... Jadi praktis saat ini ia sedang sibuk bekerja, dari pagi hingga sore hari, ia senang dan menikmatinya, sungguh bersyukur karena dulu saat menganggur bagaikan manusia tanpa jiwa.

Meski begitu, masih saja ada yang mengkritisi, dulu ketika masih bisa facebookan ia selalu disindir oleh teman-teman karena online sewaktu kerja, meski sebenarnya dengan hape ia memang selalu online 24 jam. Kini ia disindir bahwa ia makan gaji buta, hufff, sedihnya... Tapi ya udah mau gimana lagi, yang nyindir kan ga tau sewaktu ia lembur tengah malam mengejar deadline, atau ketika ia capek berat karena seharian mengurus acara, atau ketika ia bingung kekurangan uang karena harus menanggung ibu dan adiknya yang masih kuliah. Memang lebih mudah untuk melihat kesenangan orang lain, padahal kita tidak tahu benar akan penderitaannya atau kerja kerasnya atau bebannya. Ia memilih untuk terus bekerja dan terus belajar saja, semangat...^^b
..still, to be continued..